Kamis, 19 Mei 2011

Sabarlah wahai mimpi-mimpiku


Dear My lovely blog..
Ini adalah secuil kisah tentang mimpi-mimpiku, bukan bualan atau omong kosong semata. Aku baru menyadari, kalau dalam setiap kubik di hidupku, ada mimpi yang bernapas dan mengalir di nadi yang terdalam. Sebagai manusia, aku memeliharanya, hingga aku tumbuh menjadi aku yang sekarang, yang berusaha membaca duni, berusaha memperjuangkan mimpi-mimpiku di kesempitan gerak. Aku sempat tak percaya, wacana-wacana yang sering kubaca dari buku-buku motivasi, cerita-cerita orang dulu, terjadi juga padaku. Aku mengalami krisis dukungan. Ya, aku merasakan itu akhir-akhir ini. Dunia seolah tak mendengar jeritanku. Bahkan orang-orang terdekatku. Ah..kenapa aku harus sensitif dengan ini ? kenapa aku justru menggarisbawahi kesedihan. Bukankah itu tidak perlu? Bukankah masih banyak hal-hal yang lebih penting..Oh, bukan begitu kawan! ini masalah hati yang kian hari kian diterpa nasib. Nasib, takdir, dan mimpi. ketiganya selalu dan akan selalu memberikan tanda tanya besar bagiku. Dan mungkin sekarang aku sedanga menjalani takdirku, tingal di Palembang, menjadi bagian dari Keluarga Izzah dan Suhardi, lalu bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpiku!
aku juga tak mengerti, kenapa di saat aku baru meneriakkan dan mengikat cita-citaku di dalam hati, orang-orang di luar aku mencoba mempertanyakan kelanjutan mimpiku? ini itu perihal mimpiku. Aku belum bisa menjawab, tapi suatu hari nanti, waktu yang akan berbicara pada orang yang tak pernah mau percaya.
Aku menanti kesuksesan itu tiba. Hari-hariku sisipi doa dan zikir kesuksesan. Aku hanya punya itu, dua senjata yang tak membutuhkan uang atau materi. Kusirami mimpiku dengan dzikir yang tak putus -putus. Kuberikan napas bagi mimpiku dengan atmosfir berisi doa-doa. tapi mengapa, orang-orang seolah tak percaya dan menganggapku PEMBUAL! aku sudah bosan digunjingkan! aku sudah bosan menjadi bahan tertawaan. aku sudah bosan melihat muka-muka yang memandangku sebagai anak perempuan yang hanya mampu bicara! aku sudah bosan dipandang bukan siapa-siapa!aku ingin keluar dari lingkaran yang memandangku seperti semut hitam, kecil pula. ah...mengapa aku malah menularkan keluh kesah??
Baiklah, untuk mimpi-mimpiku, bersabarlah. bersabarlah karena aku pasti akan mewujudkanmu. Aku tak peduli duani akan tertawa, orang-orang akan menghina, aku tak peduli. Yang aku pedulikan adalah kalian, mimpi=mimpiku yang kupelihara sejak kecil. aku yakin, kalian sudah tidak sabar, tapi sabarlah mimpi-mimpiku yang agung, kalian pasti akan keluar dari derita omong kosong orang-orang, karena kita sudah punya senjata lengkap, doa, usaha, dan dzikir, meski tanpa fasilitas dan waktu yang lapang. Sabarlah mimpi-mimpiku, aku akan matang, aku akan terbang, meski matahari belum terbit! salam, Dwi P.

Rabu, 11 Mei 2011

Kesempatan.oh..kesempatan

Bulan Mei! aku ingin meneriakkan kata bulan Mei! Betapa tidak, di bulan mei ini, aku merasa menjadi orang yang merugi. Why? because aku berada dalam lingkaran kesempatan namun aku tidak bisa masuk dalam lingkaran itu sendiri. Well, sebelumnya kita ta'aruf dulu.(Lohh?) hehe, jangan bingung. maksudku, kita kenalan dulu kalo aku termasuk orang yang semangat dengan kata-kata lomba. Ya, menang kalah itu urusan belakangan, yang jelas, PARTISIPASI. itu kuncinya. memang, dari kecil aku terbiasa dengan lomba-lomba. sampai seragam putih abu-abu pun aku kenyang dengan istilah lomba. Tapi, entah mengapa, di kuliah ini aku menjadi ' tak berdaya'..stok semangatku untuk ikut lomba seolah dibatasi oleh pikiranku sendiri. banyak tugas lah, inilah..itulah..n bla..bla..bla..alhasil, aku tak begitu akrab dengan istilah yang satu ini. oya, kembali pada pembicaraan sebelumnya yang membahas tentang bulan Mei dan kesempatan! ah, apa ini belum waktunya saja. aku merasa masih kepikiran. bagaimana tidak, Eagle Award 2011 sudah didepan mata, konsep sudah kubuat matang, tapi...jatah waktu 4 bulan untuk pitching yang memberatkanku. padahal, 4 bulan ke depan aku harus PPL. uh..terpaksa aku memilih kuliah, dari pada itu. selanjutnya adalah lomba duta baca! pokoknya aku harus nekat! pokonya aku harus ikut. ada alasan yang membuatku ikut lomba itu: apalagi kalau bukan hadiahnya. jujur, mengharapkan hadiah itu adalah penyemangatku ikut lomba. dengan uang lomba ini, aku berharap bisa kusimpan untuk biaya wisudaku nanti. ya, pasti bermanfaat. sekarang, aku harus bergerak. bukan berlama-lama di depan komputer seperti apa yang akan kulakukan sekarang. Ya, aku harus bergerak. aku tidak ingin kegagalanku di Duta Bahasa 2010 dan ketidakikutsertaanku di Eagle Award terulang lagi. semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan, sesenang perasaanku saat melihat senyum anak-anak jalanan di perempatan lampu mereha. Salam. Dwi Permatasari

Minggu, 24 April 2011

Like This

Assalamualaikum wr.wb.
Hai..hai..hai...seneng deh rasanya bisa ngutak atik blog lagi..kuangeeeee! kadang aku pikir, enak banget yang punya laptop, bisa petantang-petenteng bw laptop ke mana aja buat fb-an, blogger, dll. Hem...tapi, no excuse! nggak ada alasan cuy! yang namanya kreativitas itu nggak boleh mati! Allah SWT sudah ngasih kita otak plus syaraf-syaratnya yang luaaarr biasa! so, kenapa harus bersedih Dwi. Oya, sekanga aku lagi ada di gedung dekanat lantai satu. Di sini ada beberapa komputer 'berdiri' buat mahasiswa yang mau akses internet. salah satu mahasiswa itu adalah aku. seorang Dwi Permatasari. oya, buat kesempatan kali ini, aku pengen dokumentasiis status di facebook yang menurut orang-orang difacebook:like this!! Duh...senengnya! But, intinya, ada harapan kecil dari sekedar 'curhat' di blog hari ini. Harapan kecil agar kelas status di facebook ini bisa dibuat buku. minimal buku sakulah biar ada kenang-kenangannya gitu...hehe, mumpung facebook lagi naik dauh euiii...
Well, nggak usah bertele-tele deh...sok atuh kita simak apa aja untaian-untaian kalimat(ceile) yang udah aku buat lewat satus fabebook, kalu sempet ntar aku tambahin history-nya, kenapa aku bisa buat facebook kayak gitu, suasana hatikah, kutipankah, atau apa? penasaran khaaannn...here they are!!!

Mungkin sekarang kita memburu waktu, mengejarnya, berusaha untuk mengimbanginya. tapi tenanglah, kawan. Percayalah, waktu tidak akan menzholimi apa yang telah kita usahakan, Tuhan akan menolong, dan orang-orang di sekitar kita akan tersenyum. Bukan karena kita menang atas waktu, tapi kita telah bersabar dengan waktu itu sendiri. -Dwi P-

Dwi Permatasari
Dwi: "Mengapa kita harus punya semangat? " Permatasari: "karena kita hidup!"
20 menit yang lalu · SukaTidak Suka ·

Rezza Abdoel Hoesein menyukai ini.

Dwi Permatasari
kata-kata indah akan mendatangkan rejeki
Sabtu pukul 8:42 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Dina Pratiwi dan Ando Andos menyukai ini.
#

*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

#
Hapus Kiriman
Dwi Permatasari
Allah...Allah....Allah
Jumat pukul 19:07 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Ayu Octarina, Akhi Loversmyfriends, Viyan G Bastian dan 4 lainnya menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
Dalam cinta, ada kasih sayang; dalam kasih sayang, ada ketulusan; dalam ketulusan, ada keikhlasan; untuk menggapai keikhlasan, ada pengorbanan; untuk berkorban, kita butuh semangat; untuk punya semangati, kita butuh yang namanya cita-cita; untuk sepotong cita-cita, kita butuh setangkup doa. -Dwi P-
20 April jam 20:20 · SukaTidak Suka ·

*
*
Muhammad Zuhaidi, Viyan G Bastian dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
Saran dari setetes air zam-zam" gunakan hati, logika, n keyakinan kepada Allah azza wajallah untuk menentukan suatu keputusan dan menjadikan keputusan itu kerangka baja dalam memantabkan mimpi-mimpi"
19 April jam 15:28 · SukaTidak Suka ·

*
*
Inal Art, FiiAna G Bastian, dan Defrii Adriian menyukai ini.
Dwi Permatasari
jangan habiskan waktu dengan pertanyaan: Apa yang saya punya? tapi kejarlah waktu dan tanyakanlah: apa yang bisa saya perbuat? -Dwi P-
17 April jam 14:50 · SukaTidak Suka ·

*
*
Elmayana Elma, Roy Aico, Agus Wibawa dan 2 lainnya menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
ketika cinta berbuah surga
17 April jam 8:44 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Ellya'na Popo, Dawila Wati, dan Herdani Jilid II menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
Aku ingin menjadi pahlawan bagi mimpiku! sebelum mimpi itu pupus, sebelum mimpi-mimpi itu berserakan, sebelum mimpi-mimpi itu kehilangan arah, sebelum napas berhenti, sebelum ada duka yang menyelinap.
13 April jam 17:06 · SukaTidak Suka ·

*
*
Rini Fauziah dan Puji Agustina menyukai ini.
Dwi Permatasari
sungguh...Engkau yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Mu..
09 April jam 20:23 · SukaTidak Suka ·

*
*
Bella Silvia Yolanda dan Luthfiyah Wardah menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
di dunia ini berjuta-juta orang hidup dan menarik napas.mereka berdiri ,mereka tegak dan ada yang duduk sendiri
06 April jam 11:25 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Bella Silvia Yolanda menyukai ini.
Dwi Permatasari
ada asa yang tak akan habis dimakan waktu.
05 April jam 20:33 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
A'kang Imam Gustian dan Viyan G Bastian menyukai ini.

Dwi Permatasari
dan Allah bersama orang-orang yang sabar...
04 April jam 7:37 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Bella Silvia Yolanda, Renie Moo dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
untuk iman yang menenangkan jiwa; jangan pernah pergi dari kalbu ini, denganmu, aku mampu berdiri tanpa harus menopang dagu dan kebingungan. Untuk iman yang menjernihkan pikiran, tinggalkanlah jejak di akal ini agar lurus antara logika dan nurani, untuk iman yang kadang pasang surut...tetaplah bersamaku, tetaplah di hatiku, tetaplah menjadi pelitah menuju Rabb-ku. Amin.
30 Maret jam 23:37 · Tidak SukaSuka ·

*
*
Anda, Bella Silvia Yolanda, ChieRaa DyonZieuz MuChacha, dan 2 orang lainnya menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...

Dwi Permatasari
Semangat adalah harta karun para penuntut ilmu, para pesakit yang terbaring, para musafir yang kebingungan, para penulis yang kehabisan kata-kata. Kesabaran adalah tambang emas bagi mereka yang menanti sebuah kepastian Tuhan. Karena Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
29 Maret jam 19:36 · SukaTidak Suka ·

*
*
Ellya'na Popo, Hendri Oku, Gerry Gondrong Bersahabat dan 2 lainnya menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...
Dwi Permatasari
Tak kan berpaling dari-Mu..
29 Maret jam 19:19 · SukaTidak Suka ·

*
*
Rhyans Whynarnoe ELbarca menyukai ini.
Dwi Permatasari
Siap pada suka duka dunia menjadikan kita jagoan di akhirat kelak..amiin.
26 Maret jam 21:04 · SukaTidak Suka ·

*
*
Elmayana Elma, Viyan G Bastian, dan Ahmad Didi menyukai ini.
#

*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.


Dwi Permatasari
Tuhan tolong aku...
23 Maret jam 9:28 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Muhammad Ikhsan menyukai ini.
Dwi Permatasari
Cinta itu bukan memiliki tapi menjaga.
19 Maret jam 16:53 · SukaTidak Suka ·

*
*
Fakeh Aliansyah menyukai ini.

#

*
*
*
*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

#
Hapus Kiriman
Dwi Permatasari
Jatuhkan pilihan atau pilihan yang akan menjatuhkanmu.
17 Maret jam 22:26 · Tidak SukaSuka ·

*
*
Anda, Ferdy Oktaviyan, Intan Pearl, dan 2 orang lainnya menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...
Dwi Permatasari
Dear Dunia,
Tahukah engkau, Dunia? Bahwa hari ini kami sudah terikat mati oleh hati. kami sekongkol untuk mendunia bersama angan dan cita-cita kami. bersama cerita cinta kami yang kami bawa untuk dunia dan akhirat. tahukah kau dunia, jika dalam setiap darah yang mengalir di raga kami, adalah bukti cinta orang tua kami yang dalam. maka, izinkan kami untuk menjadi sahabatmu dunia. sahabat suka dan duka
13 Maret jam 4:00 · SukaTidak Suka ·

*
*
Intan Pearl, Muhammad B Winata dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
manusia berencana,Tuhan yang menentukan.tapi tetap,jangan pernah miskin semangat!
08 Maret jam 6:53 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Rhyans Whynarnoe ELbarca dan FiiAna G Bastian menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...
Dwi Permatasari
Sehelai harga diri setangkup kesabaran
04 Maret jam 10:04 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Dina Pratiwi menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...

#

*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

#
Hapus Kiriman
Dwi Permatasari
Bahagialah bila..kau masih punya mimpi...hidup hanya sekali...berikanlah yang terbaik..merindukan purnama. (a song by Judika)
03 Maret jam 8:55 · SukaTidak Suka ·

*
*
Dina Pratiwi, Feri Mardiansyah, dan Willyand Armando menyukai ini.

Dwi Permatasari
suatu hari nanti, berdoalah pada relung hatimu yang paling dalam..tentang hitam..tentang putih tentang janji Allah pada semua yang ada dalam lingkaran rahasiaNya.
02 Maret jam 22:03 · SukaTidak Suka ·

*
*
Herlina Bastari, Viyan G Bastian dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
suatu hari nanti...
02 Maret jam 22:01 · SukaTidak Suka ·

*
*
Viyan G Bastian menyukai ini.
Dwi Permatasari
purnama dalam hati seorang hamba.benderang layaknya doa yang ia panjatkan pada pemilik langit di sepinya malam.
01 Maret jam 17:21 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Intan Pearl, Herlina Bastari, dan Ferdy Oktaviyan menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...

Dwi Permatasari
Maha suci Allah..
27 Februari jam 22:19 · SukaTidak Suka ·

*
*
Viyan G Bastian, Hendri Oku, Griiv 'ndra Prince Mengkatak dan 2 lainnya menyukai ini.



eh, udah datang waktu sholat cuy....aku sholat dulu yah...gimana? lumayan kan statusnya, walau nggak bijak-bijak amat, seenggaknya status di facebook udah bikin plog hati, udah ngebantu orang saling memotivasi! setuju? hehe...
Wassalam.
Yang bermunajad padaNya
Dwi Permatasari

Kamis, 21 April 2011

Diary digital

Dunia semakin edan! teknologi pun semakin menggila! Tapi aku tetaplah aku. Seorang dwi Permatasari yang dianugerahi Allah kesempatan, kemauan, semangat, dan cita-cita. Umurku sekarang masih 19 tahun. Oktober nanti akan genap berusia 20 tahun! Ups...inikah rasanya berkepala dua? Sadar atau nggak, zaman sudah berubah. Dulu, waktu masih putih merah, aku rajin banget nulis diary, dari yang covernya warna vink, gambar kue tar, gambar doraemon, atau cuma buku tulis yang kubagi dua, satu buat catatan ngitung-ngitung angka, satu lagi buat diary!
Ya, aku akui, aku dan masa kecilku tidak lepas dari dua buku, iqra' dan buku diary. Entah kenapa, aku senang banget nuli. mulai dari nulis biodata, puisi, cerita, samopai kegundahanku saat ibuku tak pernah membelikan meja belajar baru untuk kami! Begitulah, aku mengenal diary, sebuah buku yang akan mengisi cerita-ceritaku.
Menginjak SMP, aku tambah giat nulis diary! Bagiku, SMP pasti akan seru! Makanya, aku sediakan buku diary yang gede biar muat semua cerita zaman SMA. Tentunya, di diaryku yang baru ini, akan sedikit cerita Gang Power Ranger yang anggotanya aku, ayuk ujik, Heryanto, Ari, Sepol. Aku mungkin tak akan menceritakan pengalaman jadi pesepak bola wanita pertama di SDku tercinta (SDN 3 maeranjat). Tidak ada lagi kenangan ngaji bareng Eceh, agus, Niovia, marry, Esi, Bodug. Itu semua karena kita nggak satu sekolah lagi,...Huhu
Next, SMP bener-bener gudangnya bakat. Aku mulai mencicipi banyak eskul dan bergonta-ganti kelas, dari predikat kelas buntut (VI) sampai ke kelas unggulan (I). Jujur, aku sangat menikmati prestasi SMP yang secara dahsyat memompa keyakinanku dengan kekuatan otakku yang tak kuduga ini. dan itu semua kuabadikan dalam sebuah diary yang lusuh. Di SMP juga, secara tak sengaja, aku menemukan diary Ibuku. Wooow...! Rupanya ibuku juga rajin nulis diary! dan ibu curang, cover diarynya lebih bagus dari diary punyaku. covernya gadis belanda yang anggun dengan pandangan yang pasti! seketika, aku ingin mengikuti selera ibuku! Aku ingin dianggap dewasa dengan sampul diary yang juga dewasa. tak dinanya, aku membeli diary yang menurutku tidak terkesan kanak-kanak.
SMA!!! Emang bener apa kata orang! masa0-masa SMA adalah masa-masa yang membahagiakan. Penuh sengat mendapatkan cita-cinta dan sedikit cerita cinta. Aku mengimbanginya dengan sebuah diary yang aku beli di Toko Buku Sumber Mas, sebuah buku diary yang menyejukkan siapa saja yang memandangnya, berwarna hijau muda dengan jumlah halaman 200! Terang saja, baru aku beli, tuh diary udah dicoret-coret oleh tanganku yang kagak nahan!
Karena rajin nulis diary, aku lebih milih curhat sama dia, sampaqi akhirnya aku sadar, diary bukanklah seseorang yang bisa tersenyum, memberi saran, atau marah jika tindakan kita salah. Diary hanyalah buku yang kita percaya akan menjaga rahasia. tapi, itu tidak berlaku untuk kehidupan sesungguhnya. satu sisi, kita legah telah menuangkan perasaan dengan menulis, tapi disisi lain, kita butuh seseorang untuk mendengar cerita, memberi feedback. Dan itu tidak bisa dilakukan oleh diary..
But, apapun pendapat yang ada, setidaknnya dengan diary, aku bisa membuka kenangan-kenangan yang mungkin bisa hilang. Kini, diary menjadi kata kunci suatu kejadian dalam hidupku. Aku ingin, jika aku telah tiada, ada orang yang tahu kisah hidupku, cita-citaku, orang yang aku kagumi, keinginanku, dan apa yang terpikir olehku. Mungkin, diary-diary itu jadi saksi hidup. meskipun ia tidak bisam bicara, toh semua orang bisa membaca.
Sekarang, di abad dua satu, kutinggalkan pena dan kertas dan melirik sebuah kotak dengan cahayanya yang menyilaukan mata. kotak itu berisikan kata-kata, gambar, tapi ajaibnya dia bisa membuat kita menuliskan apa yang sedang kita pikirkan. Dalam kotak itu, ada halaman yang bisa menuntun kita untuk berbagi. Dialah diary digital yang aku kenal bernama blog. Terima kasih! semoga kita menjadi penulis dengan memulai apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan, seperti anak kecil yang sedang menulis diary sambil menguyah lolipop. -DwiP-

Kamis, 13 Januari 2011

Mahasiswa Asing, Dimana Kalian?



Em...udah lewat satu semester, aku nggak ngeliat-liat yang namanya mahasiswa asing program beasiswa dharmasiswa. rasanya ada yang kurang! padahal,dari semester satu ampe semester empat, mereka ada dan jadi bagian dari pembelajaran di bangku kuliah. tapi, kok sekarang malah nggak kelihatan satu orang pun. Where are u, guys?
menuerutku, di Indonesia ini aneh. mungkin ada benarnya judul film Dedy Mizwar" Alangkah Lucunya Negeri Ini". Di saat generasi muda banyak meremehkan bahasa Indonesia dan menganggap enteng perihal bahasa Indonesia, justru di luar sana ada banyak mahasiswa dari berbagai negara berniat mengasah kemampuannya untuk kompeten berbahasa Indonesia. Minimal target mereka adalah bisa berbahasa Indonesia layaknya orang Indonesia.
Dan yang membuat aku bangga, mereka (mahasiswa asing) satu kelas denganku di program Studi Pendidikana Bahasa dan sastra Indonesia dan daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Sriwijaya. Em..mungkin tak banyak yang tahu tentang keberadaan para mahasiswa ini. bahkan anak FKIP pun banyak yang nggak tahu. But, what ever? eksis atau nggak eksis, yang jelas, mereka benar-benar niat banget belajar bahasa Indonesia di negeri ini. Salut deh sama mereka. Padahal, di Indonesia sendiri, bahasa nasionalnya udah kalah populeh sama bahasa Inggris n bahasa gaul.
Keberadaaan mereka membawa 'angin segar' di kelas. rasanya aneh saja, saat begitu banyak generasi muda yang terobsesi belajar ke luar negeri, justru bule-bule itu yang melancong ke sini. Dan dari mereka, aku menemukan banyak filsafat-filsafat dan etos kerja mahasiswa asing. aku juga mengulik cerita bagaimana mereka bisa ke Indonesia, alasan mereka belajar bahasa Indonesia, dan bisakah jadi dosen bahasa Indonesia di luar negeri?
mahasiswa asing yang kukenal pertama kali adalah Gong Rhui Hua atau Leo. Mahasiswa dari negeri tirai bambu ini datang bersama temannya Reno (aku lupa apa nama cinanya). Ya, jelas, Leo memiliki aura positif yang bisa ia bagikan di lingkunganya. secara pakaian, Leo ntentrik abis. pakaiannya selalu jeans setengah tiang. dandanannya persis turis yang ingin melancong ke bali. Nyantai abis. tapi, kacamata yang nangkring di matanya membuat dia tampak intelek. Agamana Budha. Walau begitu, dia tergolong orang yang low profile dan memiliki toleransi beragama yang tinggi. Malah, dia sering bertanya tentang islam padaku. Lumayan kritis pertanyaan mahasiswa Chan Xien University itu. Em...aku dan teman-teman di kelas lumayan akrab dengan Leo. bahkan, waktu acara buka puasa bareng, dia dan empat mahasiswa lainnya ikut meramaikan. jadi, kami sekelas semakin kompak. dari leo, aku belajar banyak hal. tentu saja ia memberiku trik untuk menjadi wirausaha. maklum, orang Cina memang terkenal dengan kemahirannya berdagang. Tidak hanya itu, dia juga memberikan sepotong kata yang masih aku ingat hingga kini, " Rajinlah belajar, maka kau akan keliling dunia!". kalimat itu kuabadikan di buku diary dan akan kubaca jika mimpiku timbul tenggelam dan terkalahkan oleh pesimis. itu oleh-oleh yang berharga dari mahasiswa asing asal Cina.
Selain Leo, dari Cina ada satu mahasiswa lagi yang bernama Reno. pembawaannya kalam, cool, dan lucu. dia jarang bicara. Berbeda dengan leo yang sudah fasih berbahasa Indonesia. Gaya bicaranya juga aneh. Tapi, teteup aja, dia jadi lirikan temen-temen di kelas. apalagi kalau bukan karena gayanya yang cool abis. hehe.
selanjutnya adalah dua wanita berkulit gelap dari Madagaskar. Mereka dalah Rina dan....duh siapa ya namanya, aku lupa. Ups...aku ingat, namanya NORU. hehe..rada aneh...jadi agak lupa. Maaf ya Noru..^_^. Em...jangan salah, mereka ini adalah wanita yang terpandang di negeranya. kayak si Noru. Dia adalah mahasiswa kedokteran di universitas negeri Madagaskar. Ayahnya adalah seorang elit politik negeri itu. kabarnya, kemana-mana, Noru di kawal oleh pasukan khusus. Tapi, saat dia di iIndonesia, tak satu pun yang menjaganya, malah kadang, dia sering menerima oejekan iseng dari mahasiswa di bis.Huh..menyebalkan, nanti laporin aja sama papa kamu ya, Noru. biar mereka kena jewer.hehhe. Noru adalah wanita yang pendiam. Sama halnya dengan Rina. mereka berdua adalah Duo Diam. hehe. Dari mereka berdua, aku belajar bahwa kemandirian itu perlu dimana pun kita berada. mandiri dan mudah beradaptasi.
Mereka berempat telah memberikan warna di kelas. Lewat mereka, aku mendongkrak kepercayaan dair sebagai mahasiswi FKIP Bahasa Indonesia. Aku juga memiliki cita-cita untuk mengajar bahasa Indonesia di luar negeri. tercapai atau tidak. Itu urusan belakangan.
sebelum Leo pergi, aku dan Armi Antasari memberikan cendramata, yaitu miniatu jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang. legah rasanya. Terima kasih teman-teman..semoga kami bisa berkunjung ke negara kalian.
patah hilang tumbuh berganti. Setelah Leo dkk kembali ke negera mereka masing-masing, di semester empat, mahasiswa asing datang lagi. (horeeeee!!!!) senangnya! Pelajaran apa lagi yang bisa kudapat! jadi penasaran. Singkat cerita, ternyata dua mahasiswa yang ikut program dharmasiswa kali ini adalah mahasiswa dari negeri gajah putih, Thailand. Mereka adalah Farida Bau dan Yu i. mereka kelihatan lebih fresh dan modis. Dan yang membuat aku berseri-seri, satu di antara mereka mengenakan jilbab. She is moslem! Mulanya, aku nggak terlalu dekat dengan mereka coz mereka belajar di kampus Unsri Bukit, sedangkan aku di Inderalaya. Nah..mungkin karena memang takdir Allah, aku dan farida bertemu di latihan teater. Kebetulan farida datang bersama anak Unsri Bukit, so kami kenalan.dari situ persahabatan singkat ini dimulai. farida sudah menjadi sahabatku sendiri. kami pergi bareng, kuliah bareng, belanja bareng. tentu saja kami berbagi cerita tentang impian kami masing-masing, tentang cita-cita juga tentang cinta. Di mataku, Farida adalah orang yang istiqomah. Ia tetap menjalankan sholat tepat waktu dan selalu mengenakan jilbab. Dia muslimah sejati. Aku sempat bertanya,apakah keluarganya Islam? dan benar, keluarganya Islam. Ayah Farida adalah orang Thailand sedangkan Ibunya adalah orang Arab. Keduanya beragama Islam. Ayah Farida berprofesi sebagai dokter gigi, sedangnya ibunya adalah pengusaha dengan membuka dua restoran thailan, di Thailand dan di Malaysia. hebat! Dia juga bercerita tentang rumahnya yang berada di bibir pantai. cerita Farida membuat aku berandai-andai berada di teras rumahnya sambil menghirup angin pantai yang segar, jilbab berkibar-kibar karena di terpa angin, dan memandang laut yang beradu dengan langit memadukan warna biru muda dan putih. pemandangan yang indah.
Cina, Madagaskar, bangladesh, dan thailand, terima kasih telah mengirimkan mereka untuk kami, untukku orang udik yang bermimpi menginjakkan kaki di di negara sahabat-sahabatku itu. terima kasih juga telah belajar bahasa Indonesia. that's unforgetable moment!

Jumat, 05 November 2010

cekil (cerita kilat); 'sabun mentega'

Seperti biasa, Sabtu-Minggu aku nggak ada kuliah. satu sisi aku seneng banget coz nggak perlu ke kampusku yang juaaaaauh banget (maklum, letak kampusku di kabupaten, jadi satu jam dari kota)! tapi, di sisi lain ini dua hari itu adalah hari kerja bakti di rumah. peraturannya; siap yang nggak pergi, ia harus bersih-bersih rumah! hua...alhasil, akulah yang rutin kerja bakti tiap sabtu minggu. maklum, berhubung dompet lagi kurus-kurusnya, terpaksa aku harus mingkem di rumah. padahal, jadwal film lagi bagus-bagusnya! nasib...nasib...
singkat cerita, selesai sarapan, aku berencana buat nguras bak mandi yang dasarnya udah pada item-item kena pasir warna item bekas air hujan. huh..kenapa dua hari ini mesti ujan mulu'? jadi harus rutin nguras kamar mandi deh...! dengan baju lusuh and muka lusuh karena belon mandi, aku langsung tancap gas ke TKP (tempat kejadian perkara). untung pas aku ngebut TKP nggak ada Om pPartoi, kalo ada, bisa-bisa aku diajak syuting OVY (Maauuuuuuuuuuuuu!. alat nguras bak mandi cukup sederhana pemirsa. sediakanlah sebuah selang yang bisa menhjangkau dasar bak. lalu, dua lubang selang itu kita masuki ke dalam air bak. singkat cerita, karena udah biasa nguras bak, jadi aku bisa dengan sigap, tajam, terpercaya (emang berita!!?), si air langsung keluar dari selang. dengan baju yang basah kuyup (udah biasa) akhirnya selang itu berhasil menyedot pasir-pasir item di dasar bak. tapi...pemirsa...pemirsa! tiba-tiba si selang nggak ngeluarin pasir item lagi. ada apa dengan selang?(AADS, ternyata eh ternyata, si selang keselek sabuh mandi yang ada di dasar bak. buset dah, mana muat tuh selang nyedot sabung segedek kepalan tangan. dengan rasa iba kepada selang, akhirnya aku melepaskan sabuh mandi dari mulut si selang. sementara selang melanjutkan aktivitasnya, akupun membersihkan sabun yang ternyata udah lembek banget kayak mentega!aduh..tega bener si adek yang nemplungin ni sabun ke bak. ini sabun udah selembut mentega. aku bener-bener nggak tega dengan sabun yang kaya mentega.uh..teganya..dena sabun mentega.(hitung berapa kaat 'tega'!). so, aku lumatkan aja tuh sabuh. pake sendok dan mangkon, sabun itu aku potong-potong and dilumatkan atau dipenyetkan. alhasil, jadilah sabun yang tadinya batang menjadi sabun colek..horeee!!!berhasil-berhasi, teriak dora dan wut!!!akhirnya, tuh sabun sekang nongkrong di kamar mandi. hari ini aku telah menyelamatkan sabun yang tidak berdosa. semoga tuh sabun bisa awet di dalam wadah bekas Chocokran punya adek Orie. jadi, tuh sabun maih dipakai walau statusnya udah berganti dari lajang ke menikah (lohh??) maksudnya dari sabun batang ke sabung celek. hahah .sabun said: makasih uwie..

Senin, 07 Juni 2010

2. Persyaratan peserta sebagai berikut:

a. Mahasiswa diploma dan S-1 yang masih aktif di PTN atau PTS yang
dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa.
b. Batas usia maksimal 25 tahun per 1 Januari 2010.
c. Peserta harus mendapatkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Wakil/Pembantu Rektor /Ketua/Direktur/ Bidang Kemahasiswaan PT masing-masing.
d. Mahasiswa harus didaftarkan dan tergabung dalam tim/kontingen Pengprov
BPSMI masing-masing.
e. Dalam perlombaan peserta mewakili Perguruan Tinggi ( PTN/PTS ) dan
Pengprov BPSMI, yang terdiri dari utusan PT di BPSMI yang bersangkutan.
f. Seorang mahasiswa hanya diperbolehkan mengikuti satu tangkai seni yang
bersifat tunggal/solo.
g. Setiap Pengprov BPSMI maksimal berhak mengikutsertakan satu peserta ( perseorangan atau regu / kelompok ) untuk satu tangkai seni, kecuali seni lukis, poster, fotografi, penulisan cerpen, penulisan lakon, puisi, dan film pendek.
h. Peserta tidak boleh diganti mahasiswa lain. Apabila sudah mendapat
pengesahan dari panitia.
i. Peserta menyerahkan pas foto ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar, dengan
memakai jaket almamater.
j. Mahasiswa peserta (baik perorangan maupun kelompok) yang telah memenuhi persyaratan sebagai peserta, maka panitia harus memberikan ID Card sesuai fungsinya atau jenis lomba yang diikuti.
i. Peserta dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan ini
l. Peserta dapat didampingi oleh official, yang merupakan personal yang mempunyai tugas tertentu dalam menunjang keperluan para peserta lomba dalam satu tim/kontingen. m. Official dapat berasal dari kalangan mahasiswa atau dosen pembimbing mahasiswa lainnya
n. Jumlah official dalam satu tim pengda BPSMI tidak melebihi 50% dari jumlah peserta yang didaftarkan

Sistem Lomba dan Penentuan Pemenang
1. Penentuan Finalis
a. Tim juri menentukan peserta yang memperoleh nilai tertinggi sebagai finalis, kecuali tangkai seni tertentu yang pemenangnya ditentukan langsung dalam satu tahapan, tidak melalui tahap finalis.
b. Jika terdapat dua orang atau lebih peserta yang nilainya sama, maka ketentuan finalisnya didasarkan pada nilai tertinggi bidang penilaian pertama. Jika masih sama, didasarkan pada nilai tertinggi bidang penilaian urutan kedua, dan seterusnya. Jika masih sama, dimungkinkan adanya finalis lebih dari tiga.
2. Penentuan Pemenang
a. Berdasarkan rangking nilai para finalis yang ditentukan oleh Tim Juri, maka peserta yang mendapat nilai tertinggi dinyatakan sebagai pemenang pertama, dan seterusnya sesuai dengan ranking.
b. Apabila dua atau lebih finalis yang memperoleh nilai yang sama, maka pemenangnya ditetapkan berdasarkan ketentuan yang telah diatur dalam penentuan finalis.
3. Penentuan Juara Umum
a. Juara umum ditetapkan oleh Dewan Juri, bukan oleh Tim Juri
b. Juara umum adalah Pengprov BPSMI yang memperoleh jumlah nilai tertinggi
dari semua jenis tangkai lomba yang dipertandingkan/diperlombakan
c. Predikat juara umum terdiri dari:
•Pemenang pertama,
•Pemenang kedua,
•Pemenang ketiga.
4. Apabila nilai juara umum ada yang sama, maka juaranya ditetapkan berdasarkan nilai tertinggi dari tangkai lomba tari. Apabila masih terjadi kesamaan nilai, maka penentuan berdasarkan nilai tertinggi dari tangkai lomba Vokal Group, dan seterusnya sesuai dengan urutan pada tangkai lomba wajib.
5. Apabila tangkai lomba yang dipertandingkan/diperlombakan pesertanya kurang dari lima, maka tangkai lomba tersebut tidak diperhitungkan dalam penentuan juara umum.

D. Lomba Baca Puisi

1. Ketentuan Umum
a. Setiap Pengprov BPSMI hanya boleh mengirimkan peserta maksimal 2 (dua)
orang (satu putra dan satu putri).
b. Dalam pembacaan (lomba) tidak boleh menggunakan alat pengiring baik yang
dimainkan sendiri maupun yang dimainkan orang lain.
c. Lomba dibagi dalam 2 (dua) babak, yaitu babak penyisihan dan babak final.
d. Pada babak penyisihan maupun babak final peserta hanya membacakan satu
puisi dari 30 judul yang disediakan panitia.
e. Puisi yang dibacakan pada babak final berbeda dengan yang dibacakan pada
babak penyisihan.
f.
Finalis diambil sebanyak 15 orang.
g. Puisi yang dibacakan diambil salah satu dari judul-judul sebagai beriku


1 Asmaradana
Goenawan Mohamad
2 Membaca Tanda-tanda
Taufiq Ismail
3 Padamu Jua
Amir Hamzah
4 Menuju ke Laut
St Takdir Alisyahbana
5 Gadis Kita
Afrizal Malna
6 Surat dari Ibu
Asrul Sani
7 Masih Ada Doa
Mustofo W.Hasyim
8 Gadis Perminta-minta
Toto Sudarto Bachtiar
9 Gugur
WS. Rendra
10 Perjalanan Kubur
Sutardji Calzoum
11 Manusia Pertama di Angkasa Luar (Subagyo Sastrowardoyo )
12 Ziarah
Sapardji Djoko Damono
13 Cipasung
Acep Zam-zam Noor
14 Istri
Darmanto Jatman
15 Ibu di Desa
Linus Suryadi Ag
16 Dialog Bukit Kamboja
D. Zawawi Imron
17 Sembahyang Rumputan
Ahmadun Yosi Harfanda
18 Puisi Jalanan
Emha Ainun Nadjib
19
Di Bawah Kibaran Bendera
Imam Budi Santosa
20 Rakyat
Hortojo Andangdjaja
21 Sajak Palsu
Agus R. Sarjono
22 Api
Kuntowijoyo
23 Mendiami Rumah Belati
Ari Setya Ardhi
24 Wajah Kita
Hamid Jabbar
25 Le Poete Maudir
Wing Kardjo
26 Meditasi
Abdul Hadi W. M
27 Tugu Pahlawan
Arifuddin Siraj
28
Si Anak Hilang
Sitor Situmorang
29 Ibumawibu
Dasri Al Mubary
30 Syiwa Nataraja
Sanusi Pane


2. Penilaian:
a. Penampilan : Ketapatan penafsiran, jeda, tekanan
b. Penghayatan : Ketetapan/takaran rasa, totalitas emosi
c. Vokal
: Kenyaringan, kejelasan artikulasi, intonasi
3. Penampilan: penyajian secara lisan, ekspresi fisik, wajah, anggota tubuh,
keutuhan.
Contact Person:1. Ahmad Benyamin, SE.,
HP: 08524508669

Juri Loba Baca Puisi

Ahmadun Y Herfanda






Jose Rizal Manua






Yoseph Odillo Oendoen