Jumat, 20 Mei 2011

Reza Rahardian


Satu hal yang membuat saya kagum dengan aktor yang satu ini, ucapan persembahan Reza kepada orang-orang yang telah membantunya dalam karir. Em, saya berharap, suatu hari nanti bisa bertemu dengannya dan menjadi bagian dari film yang dibintanginya. Semoga film itu berjudul "Tulpen" Amiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Ini dia berita tentang Reza Rahardian yang saya kutip dari http://www.21cineplex.com/slowmotion/raih-penghargaan-lagi-reza-rahadian-bilang-ini-bukan-puncak-karir,2238.htm pada hari Jumat, 20 Mei 2011. Met membaca!


Raih Penghargaan (lagi) Reza Rahadian Bilang ini Bukan Puncak Karir
4Share

“Terima kasih buat teman-teman wartawan yang telah mendukung karir saya sampai sekarang, kalau bukan karena kalian, saya tidak akan berada disini untuk memegang piala ini,” itulah kata-kata Reza Rahadian di hadapan para wartawan ketika dirinya dinobatkan sebagai pemenang Aktor Terbaik Indonesian Movie Awards 2011 (IMA 2011) lewat film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.
Ya, ini adalah kali kedua Reza mendapatkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik untuk film yang sama setelah penghargaan yang diraihnya lewat ajang penghargaan Festival Film Indonesia 2010 lalu. Padahal diakui Reza semua nominator yang dihadapinya dibilang cukup berat. Sebut saja seperti Vino G. Bastian dengan perannya di Satu Jam Saja, dan Lukman Sardi lewat film Sang Pencerah dan Darah Garuda.

“Saingan semuanya berat, mas Lukman Sardi salah satu aktor terbaik Indonesia menurut saya. Mas Lukman sempat bilang selamat, ya saya juga awalnya menjagokan mas Lukman. Tapi kita berdua sama-sama ingin terus berkarir dan berharap suatu saat saya bisa main bareng dengannya,” kata Reza dalam acara yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta (10/5) itu.

Dua kali mendapatkan penghargaan untuk film yang sama adalah suatu yang menakjubkan, Reza pun bersyukur dengan apa yang telah didapatkannya sekarang, namun ia enggan jika kesuksesannya merupakan puncak karirnya dalam dunia perfilman Indonesia.

“Belum, karena memang untuk menuju puncak itu nggak ada habisnya, menurut saya penghargaan ini sebagai titik balik saya untuk berusaha lebih baik lagi. Harapannya mudah-mudahan bisa terus berkarir di dunia perfilman Indonesia dan bermain dalam film-film berkualitas,” jelas aktor yang baru saja merilis film terbarunya The Mirror Never Lies.

Lalu jika di FFI 2010 piala dipersembahkannya untuk sang ibu, untuk siapakah piala IMA 2011 dipersembahkannya? “Untuk adik saya, David!!.” (eM_Yu)

Cinta=takdir


Dear my lovely blog..
gimana kalau hari ini kita bahasa tentang cinta? (Setujuuuuuuuuuuuu!!!) kebetulan, sekarang aq pake baju pink, jadi rada nyambung gitu (loh!!!) Oya,Teman, kalian pernah jatuh cinta kan? Kalau pernah, trus apa yang kalian rasakan? jangan bilang kalau kalian akan menghindar dari perasaan yang satu ini! Karena sebenernya cinta itu anugerah..
Tapi, jauh sebelum kita menerawang tentang cinta, kita kudu sadar dulu kalau cinta itu adalah takdir Allah. Ya, karena kita tidak akan pernah tahu siapa cinta kita di dunia ini, begitu pun di akhirat, So, itu bukti kalau cinta itu takdir.
memang, di zaman sekarang, manusia seolah serba bisa. anaehnya, masalah cinta pun manusia seolah sudah tahu dan paham. Tidak jarang, muda mudi jaman sekarang telah menjudge kalau 'pacarnya' sekarang adalah suaminya kelak. weleh-weleh..hebet bener tuh muda mudi! Em...sejauh ini, kita emang tidak tahun jalan cinta kita ke mana, dengan siapa kita menjadi makmum, dan siapa yang akan menjadi ayah/ibu dari anak-anak kita. namun, ada satu pesan bijak yang kudu kita denger n aplikasikan baik-baik "Jadilah yang terbaik agar kita mendapatkan jodoh yang baik pula". Cinta memang takdir ilahi, cinta memang misteri, namun kita juga harus mempuerjuangkan cinta seperti kita memperjuangkan cita-cita kita. bukankan barang siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan "Man jadda wa jaddah". So, mari kita perbaiki akhlak kita demi cahaya cinta yang lebih terang, seterang cita-cita kita. amin. note: cinta itu suci, cinta itu menjaga, bukan memiliki. alangkah beruntungnya orang yang saling jatuh cinta karena Allah. Orang-orang yang jatuh cinta demi kebaikan salah satu dari mereka atau keduanya.

Dan Beginilah Saya


Dear my lovely blog...Hai..hai hai...em, sueneng buanget!!! Alhamdulilah, rasanya, hari ini adalah hari yang menyenangkan! tau kenapa? karena hari ini Ayuk Ujik minjemin aku netbooknya! Horeeee! semoga targetku minggu ini tercapai. Aku ingin menyelesaikan novelku dengan segera! aku ingin menyelesaikan hutangku"mewujudkan satu impian yang aku ikrarkan di depan teman-temanku". Terima kasih Ya Allah, engkau masih memberi Hamba semangat untuk hidup, untuk berkarya, dan untuk menjadi sesuatu!

Kamis, 19 Mei 2011

Sabarlah wahai mimpi-mimpiku


Dear My lovely blog..
Ini adalah secuil kisah tentang mimpi-mimpiku, bukan bualan atau omong kosong semata. Aku baru menyadari, kalau dalam setiap kubik di hidupku, ada mimpi yang bernapas dan mengalir di nadi yang terdalam. Sebagai manusia, aku memeliharanya, hingga aku tumbuh menjadi aku yang sekarang, yang berusaha membaca duni, berusaha memperjuangkan mimpi-mimpiku di kesempitan gerak. Aku sempat tak percaya, wacana-wacana yang sering kubaca dari buku-buku motivasi, cerita-cerita orang dulu, terjadi juga padaku. Aku mengalami krisis dukungan. Ya, aku merasakan itu akhir-akhir ini. Dunia seolah tak mendengar jeritanku. Bahkan orang-orang terdekatku. Ah..kenapa aku harus sensitif dengan ini ? kenapa aku justru menggarisbawahi kesedihan. Bukankah itu tidak perlu? Bukankah masih banyak hal-hal yang lebih penting..Oh, bukan begitu kawan! ini masalah hati yang kian hari kian diterpa nasib. Nasib, takdir, dan mimpi. ketiganya selalu dan akan selalu memberikan tanda tanya besar bagiku. Dan mungkin sekarang aku sedanga menjalani takdirku, tingal di Palembang, menjadi bagian dari Keluarga Izzah dan Suhardi, lalu bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpiku!
aku juga tak mengerti, kenapa di saat aku baru meneriakkan dan mengikat cita-citaku di dalam hati, orang-orang di luar aku mencoba mempertanyakan kelanjutan mimpiku? ini itu perihal mimpiku. Aku belum bisa menjawab, tapi suatu hari nanti, waktu yang akan berbicara pada orang yang tak pernah mau percaya.
Aku menanti kesuksesan itu tiba. Hari-hariku sisipi doa dan zikir kesuksesan. Aku hanya punya itu, dua senjata yang tak membutuhkan uang atau materi. Kusirami mimpiku dengan dzikir yang tak putus -putus. Kuberikan napas bagi mimpiku dengan atmosfir berisi doa-doa. tapi mengapa, orang-orang seolah tak percaya dan menganggapku PEMBUAL! aku sudah bosan digunjingkan! aku sudah bosan menjadi bahan tertawaan. aku sudah bosan melihat muka-muka yang memandangku sebagai anak perempuan yang hanya mampu bicara! aku sudah bosan dipandang bukan siapa-siapa!aku ingin keluar dari lingkaran yang memandangku seperti semut hitam, kecil pula. ah...mengapa aku malah menularkan keluh kesah??
Baiklah, untuk mimpi-mimpiku, bersabarlah. bersabarlah karena aku pasti akan mewujudkanmu. Aku tak peduli duani akan tertawa, orang-orang akan menghina, aku tak peduli. Yang aku pedulikan adalah kalian, mimpi=mimpiku yang kupelihara sejak kecil. aku yakin, kalian sudah tidak sabar, tapi sabarlah mimpi-mimpiku yang agung, kalian pasti akan keluar dari derita omong kosong orang-orang, karena kita sudah punya senjata lengkap, doa, usaha, dan dzikir, meski tanpa fasilitas dan waktu yang lapang. Sabarlah mimpi-mimpiku, aku akan matang, aku akan terbang, meski matahari belum terbit! salam, Dwi P.

Rabu, 11 Mei 2011

Kesempatan.oh..kesempatan

Bulan Mei! aku ingin meneriakkan kata bulan Mei! Betapa tidak, di bulan mei ini, aku merasa menjadi orang yang merugi. Why? because aku berada dalam lingkaran kesempatan namun aku tidak bisa masuk dalam lingkaran itu sendiri. Well, sebelumnya kita ta'aruf dulu.(Lohh?) hehe, jangan bingung. maksudku, kita kenalan dulu kalo aku termasuk orang yang semangat dengan kata-kata lomba. Ya, menang kalah itu urusan belakangan, yang jelas, PARTISIPASI. itu kuncinya. memang, dari kecil aku terbiasa dengan lomba-lomba. sampai seragam putih abu-abu pun aku kenyang dengan istilah lomba. Tapi, entah mengapa, di kuliah ini aku menjadi ' tak berdaya'..stok semangatku untuk ikut lomba seolah dibatasi oleh pikiranku sendiri. banyak tugas lah, inilah..itulah..n bla..bla..bla..alhasil, aku tak begitu akrab dengan istilah yang satu ini. oya, kembali pada pembicaraan sebelumnya yang membahas tentang bulan Mei dan kesempatan! ah, apa ini belum waktunya saja. aku merasa masih kepikiran. bagaimana tidak, Eagle Award 2011 sudah didepan mata, konsep sudah kubuat matang, tapi...jatah waktu 4 bulan untuk pitching yang memberatkanku. padahal, 4 bulan ke depan aku harus PPL. uh..terpaksa aku memilih kuliah, dari pada itu. selanjutnya adalah lomba duta baca! pokoknya aku harus nekat! pokonya aku harus ikut. ada alasan yang membuatku ikut lomba itu: apalagi kalau bukan hadiahnya. jujur, mengharapkan hadiah itu adalah penyemangatku ikut lomba. dengan uang lomba ini, aku berharap bisa kusimpan untuk biaya wisudaku nanti. ya, pasti bermanfaat. sekarang, aku harus bergerak. bukan berlama-lama di depan komputer seperti apa yang akan kulakukan sekarang. Ya, aku harus bergerak. aku tidak ingin kegagalanku di Duta Bahasa 2010 dan ketidakikutsertaanku di Eagle Award terulang lagi. semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan, sesenang perasaanku saat melihat senyum anak-anak jalanan di perempatan lampu mereha. Salam. Dwi Permatasari

Minggu, 24 April 2011

Like This

Assalamualaikum wr.wb.
Hai..hai..hai...seneng deh rasanya bisa ngutak atik blog lagi..kuangeeeee! kadang aku pikir, enak banget yang punya laptop, bisa petantang-petenteng bw laptop ke mana aja buat fb-an, blogger, dll. Hem...tapi, no excuse! nggak ada alasan cuy! yang namanya kreativitas itu nggak boleh mati! Allah SWT sudah ngasih kita otak plus syaraf-syaratnya yang luaaarr biasa! so, kenapa harus bersedih Dwi. Oya, sekanga aku lagi ada di gedung dekanat lantai satu. Di sini ada beberapa komputer 'berdiri' buat mahasiswa yang mau akses internet. salah satu mahasiswa itu adalah aku. seorang Dwi Permatasari. oya, buat kesempatan kali ini, aku pengen dokumentasiis status di facebook yang menurut orang-orang difacebook:like this!! Duh...senengnya! But, intinya, ada harapan kecil dari sekedar 'curhat' di blog hari ini. Harapan kecil agar kelas status di facebook ini bisa dibuat buku. minimal buku sakulah biar ada kenang-kenangannya gitu...hehe, mumpung facebook lagi naik dauh euiii...
Well, nggak usah bertele-tele deh...sok atuh kita simak apa aja untaian-untaian kalimat(ceile) yang udah aku buat lewat satus fabebook, kalu sempet ntar aku tambahin history-nya, kenapa aku bisa buat facebook kayak gitu, suasana hatikah, kutipankah, atau apa? penasaran khaaannn...here they are!!!

Mungkin sekarang kita memburu waktu, mengejarnya, berusaha untuk mengimbanginya. tapi tenanglah, kawan. Percayalah, waktu tidak akan menzholimi apa yang telah kita usahakan, Tuhan akan menolong, dan orang-orang di sekitar kita akan tersenyum. Bukan karena kita menang atas waktu, tapi kita telah bersabar dengan waktu itu sendiri. -Dwi P-

Dwi Permatasari
Dwi: "Mengapa kita harus punya semangat? " Permatasari: "karena kita hidup!"
20 menit yang lalu · SukaTidak Suka ·

Rezza Abdoel Hoesein menyukai ini.

Dwi Permatasari
kata-kata indah akan mendatangkan rejeki
Sabtu pukul 8:42 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Dina Pratiwi dan Ando Andos menyukai ini.
#

*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

#
Hapus Kiriman
Dwi Permatasari
Allah...Allah....Allah
Jumat pukul 19:07 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Ayu Octarina, Akhi Loversmyfriends, Viyan G Bastian dan 4 lainnya menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
Dalam cinta, ada kasih sayang; dalam kasih sayang, ada ketulusan; dalam ketulusan, ada keikhlasan; untuk menggapai keikhlasan, ada pengorbanan; untuk berkorban, kita butuh semangat; untuk punya semangati, kita butuh yang namanya cita-cita; untuk sepotong cita-cita, kita butuh setangkup doa. -Dwi P-
20 April jam 20:20 · SukaTidak Suka ·

*
*
Muhammad Zuhaidi, Viyan G Bastian dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
Saran dari setetes air zam-zam" gunakan hati, logika, n keyakinan kepada Allah azza wajallah untuk menentukan suatu keputusan dan menjadikan keputusan itu kerangka baja dalam memantabkan mimpi-mimpi"
19 April jam 15:28 · SukaTidak Suka ·

*
*
Inal Art, FiiAna G Bastian, dan Defrii Adriian menyukai ini.
Dwi Permatasari
jangan habiskan waktu dengan pertanyaan: Apa yang saya punya? tapi kejarlah waktu dan tanyakanlah: apa yang bisa saya perbuat? -Dwi P-
17 April jam 14:50 · SukaTidak Suka ·

*
*
Elmayana Elma, Roy Aico, Agus Wibawa dan 2 lainnya menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
ketika cinta berbuah surga
17 April jam 8:44 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Ellya'na Popo, Dawila Wati, dan Herdani Jilid II menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
Aku ingin menjadi pahlawan bagi mimpiku! sebelum mimpi itu pupus, sebelum mimpi-mimpi itu berserakan, sebelum mimpi-mimpi itu kehilangan arah, sebelum napas berhenti, sebelum ada duka yang menyelinap.
13 April jam 17:06 · SukaTidak Suka ·

*
*
Rini Fauziah dan Puji Agustina menyukai ini.
Dwi Permatasari
sungguh...Engkau yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Mu..
09 April jam 20:23 · SukaTidak Suka ·

*
*
Bella Silvia Yolanda dan Luthfiyah Wardah menyukai ini.
*
Dwi Permatasari
di dunia ini berjuta-juta orang hidup dan menarik napas.mereka berdiri ,mereka tegak dan ada yang duduk sendiri
06 April jam 11:25 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Bella Silvia Yolanda menyukai ini.
Dwi Permatasari
ada asa yang tak akan habis dimakan waktu.
05 April jam 20:33 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
A'kang Imam Gustian dan Viyan G Bastian menyukai ini.

Dwi Permatasari
dan Allah bersama orang-orang yang sabar...
04 April jam 7:37 melalui 0.facebook.com · SukaTidak Suka ·

*
*
Bella Silvia Yolanda, Renie Moo dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
untuk iman yang menenangkan jiwa; jangan pernah pergi dari kalbu ini, denganmu, aku mampu berdiri tanpa harus menopang dagu dan kebingungan. Untuk iman yang menjernihkan pikiran, tinggalkanlah jejak di akal ini agar lurus antara logika dan nurani, untuk iman yang kadang pasang surut...tetaplah bersamaku, tetaplah di hatiku, tetaplah menjadi pelitah menuju Rabb-ku. Amin.
30 Maret jam 23:37 · Tidak SukaSuka ·

*
*
Anda, Bella Silvia Yolanda, ChieRaa DyonZieuz MuChacha, dan 2 orang lainnya menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...

Dwi Permatasari
Semangat adalah harta karun para penuntut ilmu, para pesakit yang terbaring, para musafir yang kebingungan, para penulis yang kehabisan kata-kata. Kesabaran adalah tambang emas bagi mereka yang menanti sebuah kepastian Tuhan. Karena Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
29 Maret jam 19:36 · SukaTidak Suka ·

*
*
Ellya'na Popo, Hendri Oku, Gerry Gondrong Bersahabat dan 2 lainnya menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...
Dwi Permatasari
Tak kan berpaling dari-Mu..
29 Maret jam 19:19 · SukaTidak Suka ·

*
*
Rhyans Whynarnoe ELbarca menyukai ini.
Dwi Permatasari
Siap pada suka duka dunia menjadikan kita jagoan di akhirat kelak..amiin.
26 Maret jam 21:04 · SukaTidak Suka ·

*
*
Elmayana Elma, Viyan G Bastian, dan Ahmad Didi menyukai ini.
#

*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.


Dwi Permatasari
Tuhan tolong aku...
23 Maret jam 9:28 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Muhammad Ikhsan menyukai ini.
Dwi Permatasari
Cinta itu bukan memiliki tapi menjaga.
19 Maret jam 16:53 · SukaTidak Suka ·

*
*
Fakeh Aliansyah menyukai ini.

#

*
*
*
*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

#
Hapus Kiriman
Dwi Permatasari
Jatuhkan pilihan atau pilihan yang akan menjatuhkanmu.
17 Maret jam 22:26 · Tidak SukaSuka ·

*
*
Anda, Ferdy Oktaviyan, Intan Pearl, dan 2 orang lainnya menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...
Dwi Permatasari
Dear Dunia,
Tahukah engkau, Dunia? Bahwa hari ini kami sudah terikat mati oleh hati. kami sekongkol untuk mendunia bersama angan dan cita-cita kami. bersama cerita cinta kami yang kami bawa untuk dunia dan akhirat. tahukah kau dunia, jika dalam setiap darah yang mengalir di raga kami, adalah bukti cinta orang tua kami yang dalam. maka, izinkan kami untuk menjadi sahabatmu dunia. sahabat suka dan duka
13 Maret jam 4:00 · SukaTidak Suka ·

*
*
Intan Pearl, Muhammad B Winata dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
manusia berencana,Tuhan yang menentukan.tapi tetap,jangan pernah miskin semangat!
08 Maret jam 6:53 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Rhyans Whynarnoe ELbarca dan FiiAna G Bastian menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...
Dwi Permatasari
Sehelai harga diri setangkup kesabaran
04 Maret jam 10:04 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Dina Pratiwi menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...

#

*
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

#
Hapus Kiriman
Dwi Permatasari
Bahagialah bila..kau masih punya mimpi...hidup hanya sekali...berikanlah yang terbaik..merindukan purnama. (a song by Judika)
03 Maret jam 8:55 · SukaTidak Suka ·

*
*
Dina Pratiwi, Feri Mardiansyah, dan Willyand Armando menyukai ini.

Dwi Permatasari
suatu hari nanti, berdoalah pada relung hatimu yang paling dalam..tentang hitam..tentang putih tentang janji Allah pada semua yang ada dalam lingkaran rahasiaNya.
02 Maret jam 22:03 · SukaTidak Suka ·

*
*
Herlina Bastari, Viyan G Bastian dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Dwi Permatasari
suatu hari nanti...
02 Maret jam 22:01 · SukaTidak Suka ·

*
*
Viyan G Bastian menyukai ini.
Dwi Permatasari
purnama dalam hati seorang hamba.benderang layaknya doa yang ia panjatkan pada pemilik langit di sepinya malam.
01 Maret jam 17:21 melalui Web Seluler · SukaTidak Suka ·

*
*
Intan Pearl, Herlina Bastari, dan Ferdy Oktaviyan menyukai ini.
*
*
Tulis komentar...

Dwi Permatasari
Maha suci Allah..
27 Februari jam 22:19 · SukaTidak Suka ·

*
*
Viyan G Bastian, Hendri Oku, Griiv 'ndra Prince Mengkatak dan 2 lainnya menyukai ini.



eh, udah datang waktu sholat cuy....aku sholat dulu yah...gimana? lumayan kan statusnya, walau nggak bijak-bijak amat, seenggaknya status di facebook udah bikin plog hati, udah ngebantu orang saling memotivasi! setuju? hehe...
Wassalam.
Yang bermunajad padaNya
Dwi Permatasari

Kamis, 21 April 2011

Diary digital

Dunia semakin edan! teknologi pun semakin menggila! Tapi aku tetaplah aku. Seorang dwi Permatasari yang dianugerahi Allah kesempatan, kemauan, semangat, dan cita-cita. Umurku sekarang masih 19 tahun. Oktober nanti akan genap berusia 20 tahun! Ups...inikah rasanya berkepala dua? Sadar atau nggak, zaman sudah berubah. Dulu, waktu masih putih merah, aku rajin banget nulis diary, dari yang covernya warna vink, gambar kue tar, gambar doraemon, atau cuma buku tulis yang kubagi dua, satu buat catatan ngitung-ngitung angka, satu lagi buat diary!
Ya, aku akui, aku dan masa kecilku tidak lepas dari dua buku, iqra' dan buku diary. Entah kenapa, aku senang banget nuli. mulai dari nulis biodata, puisi, cerita, samopai kegundahanku saat ibuku tak pernah membelikan meja belajar baru untuk kami! Begitulah, aku mengenal diary, sebuah buku yang akan mengisi cerita-ceritaku.
Menginjak SMP, aku tambah giat nulis diary! Bagiku, SMP pasti akan seru! Makanya, aku sediakan buku diary yang gede biar muat semua cerita zaman SMA. Tentunya, di diaryku yang baru ini, akan sedikit cerita Gang Power Ranger yang anggotanya aku, ayuk ujik, Heryanto, Ari, Sepol. Aku mungkin tak akan menceritakan pengalaman jadi pesepak bola wanita pertama di SDku tercinta (SDN 3 maeranjat). Tidak ada lagi kenangan ngaji bareng Eceh, agus, Niovia, marry, Esi, Bodug. Itu semua karena kita nggak satu sekolah lagi,...Huhu
Next, SMP bener-bener gudangnya bakat. Aku mulai mencicipi banyak eskul dan bergonta-ganti kelas, dari predikat kelas buntut (VI) sampai ke kelas unggulan (I). Jujur, aku sangat menikmati prestasi SMP yang secara dahsyat memompa keyakinanku dengan kekuatan otakku yang tak kuduga ini. dan itu semua kuabadikan dalam sebuah diary yang lusuh. Di SMP juga, secara tak sengaja, aku menemukan diary Ibuku. Wooow...! Rupanya ibuku juga rajin nulis diary! dan ibu curang, cover diarynya lebih bagus dari diary punyaku. covernya gadis belanda yang anggun dengan pandangan yang pasti! seketika, aku ingin mengikuti selera ibuku! Aku ingin dianggap dewasa dengan sampul diary yang juga dewasa. tak dinanya, aku membeli diary yang menurutku tidak terkesan kanak-kanak.
SMA!!! Emang bener apa kata orang! masa0-masa SMA adalah masa-masa yang membahagiakan. Penuh sengat mendapatkan cita-cinta dan sedikit cerita cinta. Aku mengimbanginya dengan sebuah diary yang aku beli di Toko Buku Sumber Mas, sebuah buku diary yang menyejukkan siapa saja yang memandangnya, berwarna hijau muda dengan jumlah halaman 200! Terang saja, baru aku beli, tuh diary udah dicoret-coret oleh tanganku yang kagak nahan!
Karena rajin nulis diary, aku lebih milih curhat sama dia, sampaqi akhirnya aku sadar, diary bukanklah seseorang yang bisa tersenyum, memberi saran, atau marah jika tindakan kita salah. Diary hanyalah buku yang kita percaya akan menjaga rahasia. tapi, itu tidak berlaku untuk kehidupan sesungguhnya. satu sisi, kita legah telah menuangkan perasaan dengan menulis, tapi disisi lain, kita butuh seseorang untuk mendengar cerita, memberi feedback. Dan itu tidak bisa dilakukan oleh diary..
But, apapun pendapat yang ada, setidaknnya dengan diary, aku bisa membuka kenangan-kenangan yang mungkin bisa hilang. Kini, diary menjadi kata kunci suatu kejadian dalam hidupku. Aku ingin, jika aku telah tiada, ada orang yang tahu kisah hidupku, cita-citaku, orang yang aku kagumi, keinginanku, dan apa yang terpikir olehku. Mungkin, diary-diary itu jadi saksi hidup. meskipun ia tidak bisam bicara, toh semua orang bisa membaca.
Sekarang, di abad dua satu, kutinggalkan pena dan kertas dan melirik sebuah kotak dengan cahayanya yang menyilaukan mata. kotak itu berisikan kata-kata, gambar, tapi ajaibnya dia bisa membuat kita menuliskan apa yang sedang kita pikirkan. Dalam kotak itu, ada halaman yang bisa menuntun kita untuk berbagi. Dialah diary digital yang aku kenal bernama blog. Terima kasih! semoga kita menjadi penulis dengan memulai apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan, seperti anak kecil yang sedang menulis diary sambil menguyah lolipop. -DwiP-